by : Unknown
Jakarta - Ada firasat mendahului penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terjadi pada dini hari 23 Maret 2013. Setidaknya, firasat itu dirasakan Yohannes Juan Manbait, salah satu tahanan yang menjadi korban penyerangan itu.
Juan adalah polisi yang merupakan satu dari empat tersangka pengeroyokan dan pembunuhan anggota Korps Pasukan Khusus (Kopassus), Serka Heru Santoso, di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013. Firasat buruk sudah dirasakan Juan sejak ditangkap karena kasus ini. Hari-harinya yang penuh kegelisahan pernah disampaikan Juan kepada keluarganya.
Viktor Manbait, kakak kandung Juan, masih berkeyakinan sang adik tidak bersalah dalam kasus di Hugo's Cafe. Justru, kata Viktor, Juan adalah orang yang hendak melerai keributan di salah satu klub bergengsi di Yogyakarta itu, yang terjadi pada 19 Maret 2013.
Namun, entah bagaimana, Polda DI Yogyakarta malah menuduh Juan sebagai salah satu pelaku penyerangan yang menyebabkan Santoso tewas. Ia pun diringkus bersama tiga tersangka lainnya di tempat berbeda. Tiga tersangka lain dalam kasus itu adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, dan Hendrik Angel Sahetapi alias Deki.
Keesokan harinya, 20 Maret 2013, para tersangka yang semula ditahan di Polres Sleman dipindahkan ke tahanan Polda DI Yogyakarta. Pada 22 Maret 2013, mereka dipindahkan lagi ke LP Cebongan, Sleman. Kuasa hukum tersangka mengaku tidak mengetahui pemindahan tersebut.
Firasat buruk terus dirasakan Juan selama dibui. "Dia sebagai orang yang dituakan, banyak menerima sms-sms yang berisi bahwa ada sejumlah truk sedang menuju Yogya dan ada pengerahan prajurit," tutur Viktor di Kompleks Parlemen, Kamis (11/4/2013). Sejak itu, Juan pun meminta keluarganya tidak keluar dari rumah pada malam hari. Dia juga terus menanyakan kabar keluarga.
Viktor mengatakan, pada saat pesan singkat yang didapat Juan tersiar luas, sejumlah mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara pun bergerak meninggalkan Yogyakarta. Mereka menyelamatkan diri dari dugaan operasi balas dendam tersebut. "Begitu dipindah ke LP Cebongan, Juan sempat bilang ke keluarga 'beta dong ditipu polisi'," kenang Viktor.
Juan pun mengaku merasa menjadi target operasi senyap yang sedang dipersiapkan. "Dia yakin akan dieksekusi di situ (LP Cebongan)," imbuh Viktor. Pada 23 Maret 2013, eksekusi benar-benar terjadi.
Dini hari itu, sekitar 17 orang menggunakan topeng dengan dilengkapi senjata api laras panjang memaksa masuk ke dalam LP. Para petugas LP dipaksa pula menunjukkan sel empat tersangka pelaku pembunuhan Santoso.
Penyerang menuju sel 5A yang berisi 35 tahanan dengan empat tersangka terkait kematian Santoso di Hugo's Cafe ada di antaranya. Satu penyerang langsung menembak ke arah keempat tersangka kasus tersebut hingga tewas. Sesudahnya, para pelaku kabur dengan cepat.
Kini, TNI Angkatan Darat sudah membuka hasil investigasinya dengan menetapkan 11 anggota Kopassus sebagai tersangka pelaku pembunuhan di dalam sel LP Cebongan itu. Namun, pihak keluarga berharap pengusutan kasus ini tidak berhenti di situ.
"Saya rasa selain TNI, yang paling bertanggung jawab di sini adalah Polri, bagaimana bisa membiarkan potensi ancaman keselamatan orang seperti itu tanpa pengamanan khusus. Saya melihat ada unsur kesengajaan. Oleh karena itu, kasus ini harus dilihat tidak hanya pada kasus di Cebongan, tapi harus ditelusuri dari awal di Hugo's Cafe," tutur Viktor.
Sumber : Kompas
Jakarta - Ada firasat mendahului penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terjadi pada dini hari 23 Maret 2013. Setidaknya, firasat itu dirasakan Yohannes Juan Manbait, salah satu tahanan yang menjadi korban penyerangan itu.
Juan adalah polisi yang merupakan satu dari empat tersangka pengeroyokan dan pembunuhan anggota Korps Pasukan Khusus (Kopassus), Serka Heru Santoso, di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013. Firasat buruk sudah dirasakan Juan sejak ditangkap karena kasus ini. Hari-harinya yang penuh kegelisahan pernah disampaikan Juan kepada keluarganya.
Viktor Manbait, kakak kandung Juan, masih berkeyakinan sang adik tidak bersalah dalam kasus di Hugo's Cafe. Justru, kata Viktor, Juan adalah orang yang hendak melerai keributan di salah satu klub bergengsi di Yogyakarta itu, yang terjadi pada 19 Maret 2013.
Namun, entah bagaimana, Polda DI Yogyakarta malah menuduh Juan sebagai salah satu pelaku penyerangan yang menyebabkan Santoso tewas. Ia pun diringkus bersama tiga tersangka lainnya di tempat berbeda. Tiga tersangka lain dalam kasus itu adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, dan Hendrik Angel Sahetapi alias Deki.
Keesokan harinya, 20 Maret 2013, para tersangka yang semula ditahan di Polres Sleman dipindahkan ke tahanan Polda DI Yogyakarta. Pada 22 Maret 2013, mereka dipindahkan lagi ke LP Cebongan, Sleman. Kuasa hukum tersangka mengaku tidak mengetahui pemindahan tersebut.
Firasat buruk terus dirasakan Juan selama dibui. "Dia sebagai orang yang dituakan, banyak menerima sms-sms yang berisi bahwa ada sejumlah truk sedang menuju Yogya dan ada pengerahan prajurit," tutur Viktor di Kompleks Parlemen, Kamis (11/4/2013). Sejak itu, Juan pun meminta keluarganya tidak keluar dari rumah pada malam hari. Dia juga terus menanyakan kabar keluarga.
Viktor mengatakan, pada saat pesan singkat yang didapat Juan tersiar luas, sejumlah mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara pun bergerak meninggalkan Yogyakarta. Mereka menyelamatkan diri dari dugaan operasi balas dendam tersebut. "Begitu dipindah ke LP Cebongan, Juan sempat bilang ke keluarga 'beta dong ditipu polisi'," kenang Viktor.
Juan pun mengaku merasa menjadi target operasi senyap yang sedang dipersiapkan. "Dia yakin akan dieksekusi di situ (LP Cebongan)," imbuh Viktor. Pada 23 Maret 2013, eksekusi benar-benar terjadi.
Dini hari itu, sekitar 17 orang menggunakan topeng dengan dilengkapi senjata api laras panjang memaksa masuk ke dalam LP. Para petugas LP dipaksa pula menunjukkan sel empat tersangka pelaku pembunuhan Santoso.
Penyerang menuju sel 5A yang berisi 35 tahanan dengan empat tersangka terkait kematian Santoso di Hugo's Cafe ada di antaranya. Satu penyerang langsung menembak ke arah keempat tersangka kasus tersebut hingga tewas. Sesudahnya, para pelaku kabur dengan cepat.
Kini, TNI Angkatan Darat sudah membuka hasil investigasinya dengan menetapkan 11 anggota Kopassus sebagai tersangka pelaku pembunuhan di dalam sel LP Cebongan itu. Namun, pihak keluarga berharap pengusutan kasus ini tidak berhenti di situ.
"Saya rasa selain TNI, yang paling bertanggung jawab di sini adalah Polri, bagaimana bisa membiarkan potensi ancaman keselamatan orang seperti itu tanpa pengamanan khusus. Saya melihat ada unsur kesengajaan. Oleh karena itu, kasus ini harus dilihat tidak hanya pada kasus di Cebongan, tapi harus ditelusuri dari awal di Hugo's Cafe," tutur Viktor.
Sumber : Kompas
by : Unknown
Jakarta - Persatuan Pedagang Mobil Kemayoran (PPMK) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran (PPKK) di jalan Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pihak PPKK agar memperpanjang masa sewa yang akan berakhir pada 30 April 2013.
Mereka berjalan menuju jalan Industri dengan menggunakan motor dan mobil. Toko-toko milik mereka pun ditutup sementara.
Abdul Hakim, Ketua PPMK mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan perpanjangan masa sewa lahan seluas delapan hektar ini. Hal ini mereka lakukan agar terus dapat berjualan di kompleks C9 ini.
"Ini sebenarnya tanah negara. Mereka tidak berhak membongkar karena tidak ada suratnya," jelasnya di kompleks pasar mobil kemayoran, Jumat (12/4/2013).
Hakim mengakui, sebenarnya masa sewa lahan ini sudah berakhir pada April 2012. Akan tetapi, PT Sasamu Artaganda, perusahaan pengelola kompleks C9, masih tetap menarik biaya sewa yang diperpanjang per tiga bulan.
"Kita sudah membayar, tetapi mereka bilang kami tetap harus sudah mengosongkan kompleks pada akhir bulan ini," ujarnya.
Selain itu, kata Hakim, para pedagang sebenarnya sudah siap untuk direlokasi apabila tanah tersebut memang tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan usaha. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kejelasan tentang relokasi ini.
"Kami mau kok untuk direlokasi. Tetapi harus ada kejelasan. Mereka pernah bilang akan dipindahkan ke MGK (Mega Glodok Kemayoran). Kan gila, mana bisa itu dijadikan tempat showroom mobil," kata Hakim.
Sekitar 1.000 pedagang di kompleks pasar mobil Kemayoran ini sudah berjualan selama 18 tahun. Angka ini belum termasuk karyawan toko. Bila dijumlah, terdapat 7.000 orang pekerja yang berada di sini.
Di dalam kawasan C9 ini terdapat sekitar 1.000 toko dan showroom mobil. Perbulannya, mereka dikenai biaya sewa toko sebesar Rp 2.500.000 sampai Rp 7.000.000, tergantung tempat dan luas toko.
"Itu belum termasuk uang keamanan, kebersihan, listrik dan lainnya," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Metro Kemayoran Komisaris M Sagala mengatakan, estimasi jumlah orang yang diajukan untuk melakukan aksi ini berjumlah 500 sampai 700 orang.
"Kami mengerahkan 100 personel untuk keamanan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com.
Sumber : Kompas
Jakarta - Persatuan Pedagang Mobil Kemayoran (PPMK) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran (PPKK) di jalan Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pihak PPKK agar memperpanjang masa sewa yang akan berakhir pada 30 April 2013.
Mereka berjalan menuju jalan Industri dengan menggunakan motor dan mobil. Toko-toko milik mereka pun ditutup sementara.
Abdul Hakim, Ketua PPMK mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan perpanjangan masa sewa lahan seluas delapan hektar ini. Hal ini mereka lakukan agar terus dapat berjualan di kompleks C9 ini.
"Ini sebenarnya tanah negara. Mereka tidak berhak membongkar karena tidak ada suratnya," jelasnya di kompleks pasar mobil kemayoran, Jumat (12/4/2013).
Hakim mengakui, sebenarnya masa sewa lahan ini sudah berakhir pada April 2012. Akan tetapi, PT Sasamu Artaganda, perusahaan pengelola kompleks C9, masih tetap menarik biaya sewa yang diperpanjang per tiga bulan.
"Kita sudah membayar, tetapi mereka bilang kami tetap harus sudah mengosongkan kompleks pada akhir bulan ini," ujarnya.
Selain itu, kata Hakim, para pedagang sebenarnya sudah siap untuk direlokasi apabila tanah tersebut memang tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan usaha. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kejelasan tentang relokasi ini.
"Kami mau kok untuk direlokasi. Tetapi harus ada kejelasan. Mereka pernah bilang akan dipindahkan ke MGK (Mega Glodok Kemayoran). Kan gila, mana bisa itu dijadikan tempat showroom mobil," kata Hakim.
Sekitar 1.000 pedagang di kompleks pasar mobil Kemayoran ini sudah berjualan selama 18 tahun. Angka ini belum termasuk karyawan toko. Bila dijumlah, terdapat 7.000 orang pekerja yang berada di sini.
Di dalam kawasan C9 ini terdapat sekitar 1.000 toko dan showroom mobil. Perbulannya, mereka dikenai biaya sewa toko sebesar Rp 2.500.000 sampai Rp 7.000.000, tergantung tempat dan luas toko.
"Itu belum termasuk uang keamanan, kebersihan, listrik dan lainnya," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Metro Kemayoran Komisaris M Sagala mengatakan, estimasi jumlah orang yang diajukan untuk melakukan aksi ini berjumlah 500 sampai 700 orang.
"Kami mengerahkan 100 personel untuk keamanan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com.
Sumber : Kompas
by : Unknown
Jakarta - Warga Cilincing yang menghuni rumah susun sederhana sewa di Marunda, Jakarta Utara, menginginkan agar status mereka sebagai penghuni menjadi legal. Mereka mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan memohon agar status mereka diperjelas.
Sebanyak 29 kepala keluarga dari Cilincing dituduh sebagai penyerobot hunian karena unit yang mereka tempati sebenarnya dialokasikan bagi warga yang direlokasi dari Rusun Pluit. Mereka enggan meninggalkan rusun itu sebelum bertemu dengan Jokowi.
"Saya sudah mengirimkan surat kepada UPT I Rumah Susun DKI Jakarta dengan tembusan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta supaya status kami diperjelas," kata Edward Rumambi selaku koordinator warga Cilincing kepada Kompas.com di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2013).
Bersama 28 kepala keluarga asal Cilincing, pria yang akrab disapa Boy itu menghuni unit-unit yang terdapat di Kluster B Blok 11 Rusun Marunda. Mereka beralasan, warga Waduk Pluit yang telah mendapatkan unit-unit tersebut tak kunjung datang untuk menghuni.
"Sudah dikasih waktu 7 x 24 jam oleh pengelola, tapi sampai dua bulan mereka enggak masuk juga. Kalau memang mereka enggak butuh, biarkan kami yang mengisi tempat ini," kata Boy.
Wisnu, rekan Boy, menambahkan, warga Cilincing yang masuk ke rusun memiliki kesamaan dengan warga Waduk Pluit. Mereka adalah warga miskin yang belum memiliki rumah dan sering menjadi korban banjir. Lagi pula, Rusun Marunda terletak di wilayah Cilincing. "Kan aneh kalau warga Cilincing enggak kebagian tinggal di rusun," ujar Wisnu.
Sementara itu, Jaenudin, penghuni lain Blok 11, menilai, tidak ada masalah dengan kehadiran penghuni asal Cilincing. Menurut Jaenudin, warga Cilincing telah menunjukkan bahwa mereka membutuhkan rumah atau hunian. Hal ini berbeda dari warga asal Waduk Pluit yang terlihat enggan menempati unit-unit yang sudah disediakan.
"Saya termasuk yang pertama masuk di sini (Blok 11). Waktu itu, keadaan di sini masih berantakan setelah direnovasi. Sampah di mana-mana dan bangunannya belum komplet," kata Jenudin.
"Orang-orang Pluit datang sebentar dan enggak mau bersihkan. Mereka pulang dan ngomong enggak akan masuk sebelum semuanya beres," ujar Jaenudin.
Setelah itu, kata Jaenudin, datang 29 kepala keluarga dari Cilincing yang sebenarnya ikut mendaftar sebagai calon penghuni, tetapi tidak mendapatkan alokasi unit. Mereka lantas membersihkan blok tersebut dan melengkapi sendiri bagian-bagian yang belum komplet. Mereka juga mengisi perabot dan perlengkapan rumah tangga tanpa menantikan bantuan dari pengelola sebagaimana warga lainnya.
"Mereka menunjukkan bahwa mereka butuh rumah. Ketika orang benar-benar butuh rumah, dalam kondisi apa pun, mereka akan berjuang untuk mengisinya. Ini beda sekali dengan sikap orang Pluit," kata Jaenudin.
Boy mengatakan, mereka tidak hanya bersurat kepada pihak-pihak terkait. Ia juga telah meminta warga melengkapi dokumen-dokumen yang disyaratkan pengelola. Dokumen-dokumen tersebut telah dibawa ke kantor UPT Rusun di Jatibaru, Jakarta Pusat. Sementara itu, surat kepada Gubernur dan Wagub diantar langsung oleh Boy pada siang tadi.
Sumber : Kompas
Jakarta - Warga Cilincing yang menghuni rumah susun sederhana sewa di Marunda, Jakarta Utara, menginginkan agar status mereka sebagai penghuni menjadi legal. Mereka mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan memohon agar status mereka diperjelas.
Sebanyak 29 kepala keluarga dari Cilincing dituduh sebagai penyerobot hunian karena unit yang mereka tempati sebenarnya dialokasikan bagi warga yang direlokasi dari Rusun Pluit. Mereka enggan meninggalkan rusun itu sebelum bertemu dengan Jokowi.
"Saya sudah mengirimkan surat kepada UPT I Rumah Susun DKI Jakarta dengan tembusan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta supaya status kami diperjelas," kata Edward Rumambi selaku koordinator warga Cilincing kepada Kompas.com di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2013).
Bersama 28 kepala keluarga asal Cilincing, pria yang akrab disapa Boy itu menghuni unit-unit yang terdapat di Kluster B Blok 11 Rusun Marunda. Mereka beralasan, warga Waduk Pluit yang telah mendapatkan unit-unit tersebut tak kunjung datang untuk menghuni.
"Sudah dikasih waktu 7 x 24 jam oleh pengelola, tapi sampai dua bulan mereka enggak masuk juga. Kalau memang mereka enggak butuh, biarkan kami yang mengisi tempat ini," kata Boy.
Wisnu, rekan Boy, menambahkan, warga Cilincing yang masuk ke rusun memiliki kesamaan dengan warga Waduk Pluit. Mereka adalah warga miskin yang belum memiliki rumah dan sering menjadi korban banjir. Lagi pula, Rusun Marunda terletak di wilayah Cilincing. "Kan aneh kalau warga Cilincing enggak kebagian tinggal di rusun," ujar Wisnu.
Sementara itu, Jaenudin, penghuni lain Blok 11, menilai, tidak ada masalah dengan kehadiran penghuni asal Cilincing. Menurut Jaenudin, warga Cilincing telah menunjukkan bahwa mereka membutuhkan rumah atau hunian. Hal ini berbeda dari warga asal Waduk Pluit yang terlihat enggan menempati unit-unit yang sudah disediakan.
"Saya termasuk yang pertama masuk di sini (Blok 11). Waktu itu, keadaan di sini masih berantakan setelah direnovasi. Sampah di mana-mana dan bangunannya belum komplet," kata Jenudin.
"Orang-orang Pluit datang sebentar dan enggak mau bersihkan. Mereka pulang dan ngomong enggak akan masuk sebelum semuanya beres," ujar Jaenudin.
Setelah itu, kata Jaenudin, datang 29 kepala keluarga dari Cilincing yang sebenarnya ikut mendaftar sebagai calon penghuni, tetapi tidak mendapatkan alokasi unit. Mereka lantas membersihkan blok tersebut dan melengkapi sendiri bagian-bagian yang belum komplet. Mereka juga mengisi perabot dan perlengkapan rumah tangga tanpa menantikan bantuan dari pengelola sebagaimana warga lainnya.
"Mereka menunjukkan bahwa mereka butuh rumah. Ketika orang benar-benar butuh rumah, dalam kondisi apa pun, mereka akan berjuang untuk mengisinya. Ini beda sekali dengan sikap orang Pluit," kata Jaenudin.
Boy mengatakan, mereka tidak hanya bersurat kepada pihak-pihak terkait. Ia juga telah meminta warga melengkapi dokumen-dokumen yang disyaratkan pengelola. Dokumen-dokumen tersebut telah dibawa ke kantor UPT Rusun di Jatibaru, Jakarta Pusat. Sementara itu, surat kepada Gubernur dan Wagub diantar langsung oleh Boy pada siang tadi.
Sumber : Kompas
by : Unknown
Korea Utara telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu, yang mengancam serangan nuklir terhadap Korea Selatan dan AS. Sementara itu, Pentagon menyangkal laporan yang mengatakan bahwa Pyongyang dapat memasang kepala rudal nuklir di peluru kendalinya.
Sebelumnya, anggota Kongres AS membocorkan rincian studi Badan Intelijen Pertahanan yang, menurut dia, dianalisis dengan "keyakinan tinggi" bahwa Utara dapat menembakkan peluru nuklir meski "tidak bisa terlalu diandalkan".
Juru bicara Pentagon, George Little, mengatakan, "Akan tidak akurat untuk mengatakan bahwa rezim Korea Utara telah menguji, membuat, atau mendemonstrasikan kapabilitas nuklir yang dirujuk di bahasan tersebut."
Meski Utara telah melakukan beberapa kali uji coba nuklir, negara itu diduga tidak memiliki kemampuan untuk membuat senjata yang cukup kecil untuk ditempatkan di rudal balistik.
Korea Selatan berada dalam status waspada tinggi sejak ada indikasi bahwa Utara sedang bersiap melakukan uji coba nuklir. Pyongyang telah memindahkan dua misil balistik ke pantai timur. Perkiraan jarak tempuh mencapai 4.000 km.
Adapun Kerry bepergian ke Seoul untuk pertama kalinya sejak menjadi menteri luar negeri.
Korea Utara telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu, yang mengancam serangan nuklir terhadap Korea Selatan dan AS. Sementara itu, Pentagon menyangkal laporan yang mengatakan bahwa Pyongyang dapat memasang kepala rudal nuklir di peluru kendalinya.
Sebelumnya, anggota Kongres AS membocorkan rincian studi Badan Intelijen Pertahanan yang, menurut dia, dianalisis dengan "keyakinan tinggi" bahwa Utara dapat menembakkan peluru nuklir meski "tidak bisa terlalu diandalkan".
Juru bicara Pentagon, George Little, mengatakan, "Akan tidak akurat untuk mengatakan bahwa rezim Korea Utara telah menguji, membuat, atau mendemonstrasikan kapabilitas nuklir yang dirujuk di bahasan tersebut."
Meski Utara telah melakukan beberapa kali uji coba nuklir, negara itu diduga tidak memiliki kemampuan untuk membuat senjata yang cukup kecil untuk ditempatkan di rudal balistik.
Korea Selatan berada dalam status waspada tinggi sejak ada indikasi bahwa Utara sedang bersiap melakukan uji coba nuklir. Pyongyang telah memindahkan dua misil balistik ke pantai timur. Perkiraan jarak tempuh mencapai 4.000 km.
Adapun Kerry bepergian ke Seoul untuk pertama kalinya sejak menjadi menteri luar negeri.
Sumber :
by : Unknown
BRUSSELS - Kamus Perancis yang dianggap berwibawa, Larousse, bikin marah para anggota parlemen sayap kanan setelah mengubah definisinya tentang perkawinan sebagai kesatuan "dua orang" ketimbang "antara pria dan wanita".
Anggota parlemen dari partai oposisi UMP telah menyerukan untuk memboikot kamus itu setelah menuduhnya memihak dalam perdebatan Perancis tentang pernikahan gay.
Edisi tahun 2014 Larousse, yang dijadwalkan akan terbit Juni, mendefinisikan pernikahan sebagai sebuah "tindakan serius antara dua orang yang berjenis kelamin sama atau berjenis kelamin berbeda, yang memutuskan untuk membentuk sebuah kesatuan."
Pemerintahan Francois Hollande telah mengusulkan sebuah rancangan undang-undang tentang pernikahan gay dan undang-undang itu sedang diperdebatkan di parlemen.
Laurent Wauquiez, wakil presiden UMP, mengecam Larousse karena memihak dan mendahului pemilihan final parlemen tentang sebuah isu yang telah membelah Perancis. "Ini luar biasa, ini tidak normal, undang-undang belum lolos. Saya anggota parlemen, saya yakin pada apa yang saya lakukan dan saya merasa ini luar biasa," katanya. "Saya belajar politik dan ilmu sosial dari buku-buku mereka. saya tidak percaya mereka melakukan hal ini."
Herve Mariton, anggota parlemen UMP dan tokoh vokal yang menentang pernikahan gay, telah menyerukan untuk memboikot kamus itu karena membuat keputusan yang "menghina debat parlemen". "Sesuatu yang mengabaikan demokrasi harus dikutuk," katanya.
Larousse mencoba untuk meredam kemarahan itu dengan memberikan catatan bahwa sejak tahun 2009 pihaknya telah memuat definisi tentang pernikahan gay meskipun hal itu belum diakui berdasarkan hukum Perancis. "Kami mengembangkan definisi berdasarkan hukum tetapi juga sesuai dengan penggunaan," kata seorang juru bicara. "Bagi kami, penggunaan katalah yang menentukan apakah seseorang menerima atau tidak untuk memasukkan kata itu ke dalam kamus kami."
Sumber : Kompas
BRUSSELS - Kamus Perancis yang dianggap berwibawa, Larousse, bikin marah para anggota parlemen sayap kanan setelah mengubah definisinya tentang perkawinan sebagai kesatuan "dua orang" ketimbang "antara pria dan wanita".
Anggota parlemen dari partai oposisi UMP telah menyerukan untuk memboikot kamus itu setelah menuduhnya memihak dalam perdebatan Perancis tentang pernikahan gay.
Edisi tahun 2014 Larousse, yang dijadwalkan akan terbit Juni, mendefinisikan pernikahan sebagai sebuah "tindakan serius antara dua orang yang berjenis kelamin sama atau berjenis kelamin berbeda, yang memutuskan untuk membentuk sebuah kesatuan."
Pemerintahan Francois Hollande telah mengusulkan sebuah rancangan undang-undang tentang pernikahan gay dan undang-undang itu sedang diperdebatkan di parlemen.
Laurent Wauquiez, wakil presiden UMP, mengecam Larousse karena memihak dan mendahului pemilihan final parlemen tentang sebuah isu yang telah membelah Perancis. "Ini luar biasa, ini tidak normal, undang-undang belum lolos. Saya anggota parlemen, saya yakin pada apa yang saya lakukan dan saya merasa ini luar biasa," katanya. "Saya belajar politik dan ilmu sosial dari buku-buku mereka. saya tidak percaya mereka melakukan hal ini."
Herve Mariton, anggota parlemen UMP dan tokoh vokal yang menentang pernikahan gay, telah menyerukan untuk memboikot kamus itu karena membuat keputusan yang "menghina debat parlemen". "Sesuatu yang mengabaikan demokrasi harus dikutuk," katanya.
Larousse mencoba untuk meredam kemarahan itu dengan memberikan catatan bahwa sejak tahun 2009 pihaknya telah memuat definisi tentang pernikahan gay meskipun hal itu belum diakui berdasarkan hukum Perancis. "Kami mengembangkan definisi berdasarkan hukum tetapi juga sesuai dengan penggunaan," kata seorang juru bicara. "Bagi kami, penggunaan katalah yang menentukan apakah seseorang menerima atau tidak untuk memasukkan kata itu ke dalam kamus kami."
Sumber : Kompas
by : Unknown
Ottawa - Mengenaskan! Seorang remaja putri di Kanada nekat gantung diri setelah foto dirinya yang diperkosa beramai-ramai menyebar luas. Gadis berusia 17 tahun ini menderita depresi dan menjadi korban bullying selama 2 tahun terakhir.
Rehtaeh Parsons ditemukan tak bernyawa oleh ibunya, di kamar mandi kediaman mereka di Nova Scotia, Kanada. Menurut keluarganya, aksi nekat Rehtaeh ini dipicu insiden menyebarnya foto dirinya saat diperkosa 4 remaja laki-laki.
Foto-foto tak senonoh tersebut menyebar luas di kalangan sekolahnya di Dartmouth. Bahkan, dalam foto tersebut telihat salah satu pelaku berpose sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya.
Berbicara kepada media setempat, CTV News, ibu Rehtaeh, Leah Parsons menceritakan bahwa insiden pemerkosaan putrinya terjadi pada November 2011 lalu. Saat itu Rehtaeh masih berusia 15 tahun. Ketika itu, Rehtaeh sedang berada di rumah temannya dan kemudian mabuk berat usai minum vodka bersama teman-temannya.
"Mereka mulai minum-minum vodka. Rehtaeh tidak ingat kejadiannya, tapi dia ingat ada seorang pria membawanya ke lantai atas dan sejumlah pria bergiliran berada di atas tubuhnya," cerita Leah, seperti dilansir The Telegraph, Kamis (11/4/2013).
Saat itulah, menurut Leah, para pelaku mengambil foto Rehtaeh. Terdapat juga foto Rehtaeh saat sedang muntah di jendela.
Pasca insiden tersebut, Rehtaeh menderita trauma parah. Ditambah lagi dia terus-menerus mengalami bullying atas pemerkosaan itu. Menurut Leah, putrinya sering disebut 'pelacur' oleh teman-teman sekolahnya. Selain itu dia juga sering menerima SMS yang isinya mengajak berhubungan seks.
Meski berpindah-pindah sekolah, trauma yang dialami Rehtaeh tidak juga sembuh. Malahan, dia mengalami depresi dan pernah menghabiskan waktu selama 6 minggu di rumah sakit karena sering berniat bunuh diri.
Hingga akhirnya, Rehtaeh nekat gantung diri pada Kamis (4/4) waktu setempat. Dalam halaman Facebook yang khusus didedikasikan untuk Rehtaeh, sang ibu menumpahkan perasaannya termasuk kekecewaannya terhadap para pelaku.
"Rehtaeh pergi hari ini karena empat laki-laki yang mengira memperkosa anak 15 tahun itu wajar dan mendistribusikan foto untuk merusak semangat hidup dan reputasinya, merupakan perbuatan menyenangkan," ucapnya.
"Kedua, semua bullying dan pesan-pesan singkat serta pelecehan yang ditujukan kepadanya juga menjadi penyebabnya. Terakhir, sistem peradilan yang mengecewakannya. Orang-orang itulah yang telah mengambil nyawa anak gadis cantik saya," kata Leah.
Polisi belum melakukan satupun penangkapan atau mendakwa seorangpun terkait kasus pemerkosaan ini, karena kurangnya bukti. Namun Menteri Kehakiman Kanada Ross Landry berniat menemui Leah untuk membahas kasus putrinya ini.
Sumber : Detiknews
Ottawa - Mengenaskan! Seorang remaja putri di Kanada nekat gantung diri setelah foto dirinya yang diperkosa beramai-ramai menyebar luas. Gadis berusia 17 tahun ini menderita depresi dan menjadi korban bullying selama 2 tahun terakhir.
Rehtaeh Parsons ditemukan tak bernyawa oleh ibunya, di kamar mandi kediaman mereka di Nova Scotia, Kanada. Menurut keluarganya, aksi nekat Rehtaeh ini dipicu insiden menyebarnya foto dirinya saat diperkosa 4 remaja laki-laki.
Foto-foto tak senonoh tersebut menyebar luas di kalangan sekolahnya di Dartmouth. Bahkan, dalam foto tersebut telihat salah satu pelaku berpose sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya.
Berbicara kepada media setempat, CTV News, ibu Rehtaeh, Leah Parsons menceritakan bahwa insiden pemerkosaan putrinya terjadi pada November 2011 lalu. Saat itu Rehtaeh masih berusia 15 tahun. Ketika itu, Rehtaeh sedang berada di rumah temannya dan kemudian mabuk berat usai minum vodka bersama teman-temannya.
"Mereka mulai minum-minum vodka. Rehtaeh tidak ingat kejadiannya, tapi dia ingat ada seorang pria membawanya ke lantai atas dan sejumlah pria bergiliran berada di atas tubuhnya," cerita Leah, seperti dilansir The Telegraph, Kamis (11/4/2013).
Saat itulah, menurut Leah, para pelaku mengambil foto Rehtaeh. Terdapat juga foto Rehtaeh saat sedang muntah di jendela.
Pasca insiden tersebut, Rehtaeh menderita trauma parah. Ditambah lagi dia terus-menerus mengalami bullying atas pemerkosaan itu. Menurut Leah, putrinya sering disebut 'pelacur' oleh teman-teman sekolahnya. Selain itu dia juga sering menerima SMS yang isinya mengajak berhubungan seks.
Meski berpindah-pindah sekolah, trauma yang dialami Rehtaeh tidak juga sembuh. Malahan, dia mengalami depresi dan pernah menghabiskan waktu selama 6 minggu di rumah sakit karena sering berniat bunuh diri.
Hingga akhirnya, Rehtaeh nekat gantung diri pada Kamis (4/4) waktu setempat. Dalam halaman Facebook yang khusus didedikasikan untuk Rehtaeh, sang ibu menumpahkan perasaannya termasuk kekecewaannya terhadap para pelaku.
"Rehtaeh pergi hari ini karena empat laki-laki yang mengira memperkosa anak 15 tahun itu wajar dan mendistribusikan foto untuk merusak semangat hidup dan reputasinya, merupakan perbuatan menyenangkan," ucapnya.
"Kedua, semua bullying dan pesan-pesan singkat serta pelecehan yang ditujukan kepadanya juga menjadi penyebabnya. Terakhir, sistem peradilan yang mengecewakannya. Orang-orang itulah yang telah mengambil nyawa anak gadis cantik saya," kata Leah.
Polisi belum melakukan satupun penangkapan atau mendakwa seorangpun terkait kasus pemerkosaan ini, karena kurangnya bukti. Namun Menteri Kehakiman Kanada Ross Landry berniat menemui Leah untuk membahas kasus putrinya ini.
Sumber : Detiknews
by : Unknown
Jakarta - Penyidik Pajak yang ditangkap KPK, Pargono Riyadi, tercatat memiliki aset di Jakarta Timur. Ternyata, itu adalah sebuah rumah dua lantai yang cukup megah. Ini dia penampakannya.
Rumah itu terletak di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Bangunannya cukup wah dengan desain ala istana. Dua pilar tampak kokoh berdiri di depan rumah. Garasi cukup luas berada di sebelah kiri dan menjadi basement. Di lantai satu dan lantai dua, terlihat jendela-jendela kamar.
Tak ada aktivitas apa pun di rumah tersebut. Mobil penghuninya juga tak terlihat. Menurut para tetangga, sejak kabar penangkapan Pargono tersebar luas, suasana rumah sepi.
"Saya sama Pak Pargono nggak kenal dekat karena jarang ketemu, sama istrinya kenal baik karena sering ikut arisan RT sebulan sekali," kata salah seorang tetangga wanita yang enggan disebutkan namanya.
Menurut wanita tersebut, Pargono jarang bergaul karena kesibukan pekerjaannya. Pria yang ditangkap karena kasus pemerasan wajib pajak itu selalu berangkat pagi dan pulang malam hari.
"Kalau Pak Pargono tetangga aja banyak yang tidak tahu mukanya," kata ibu tersebut.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang bisa diakses di KPK, tercatat kekayaan Pargono adalah Rp 869.519.531. Hartanya naik sekitar Rp 600 juta dari laporan terakhirnya pada tahun 2003.
Rincian harta Pargono terdiri dari tanah dan bangunan di kawasan Bogor, Jabar, senilai Rp 182 juta. Lalu, dia juga memiliki tanah dan bangunan di Jakarta Timur dengan nilai Rp 575 juta. Nah, diduga ini nilai rumah tersebut.
Pargono ditangkap KPK di Stasiun Gambir bersama pihak swasta. Dia diduga melakukan pemerasan terhadap pihak swasta. Pria 59 tahun itu kini ditahan di Rutan KPK.
Sumber : Detiknews
Jakarta - Penyidik Pajak yang ditangkap KPK, Pargono Riyadi, tercatat memiliki aset di Jakarta Timur. Ternyata, itu adalah sebuah rumah dua lantai yang cukup megah. Ini dia penampakannya.
Rumah itu terletak di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Bangunannya cukup wah dengan desain ala istana. Dua pilar tampak kokoh berdiri di depan rumah. Garasi cukup luas berada di sebelah kiri dan menjadi basement. Di lantai satu dan lantai dua, terlihat jendela-jendela kamar.
Tak ada aktivitas apa pun di rumah tersebut. Mobil penghuninya juga tak terlihat. Menurut para tetangga, sejak kabar penangkapan Pargono tersebar luas, suasana rumah sepi.
"Saya sama Pak Pargono nggak kenal dekat karena jarang ketemu, sama istrinya kenal baik karena sering ikut arisan RT sebulan sekali," kata salah seorang tetangga wanita yang enggan disebutkan namanya.
Menurut wanita tersebut, Pargono jarang bergaul karena kesibukan pekerjaannya. Pria yang ditangkap karena kasus pemerasan wajib pajak itu selalu berangkat pagi dan pulang malam hari.
"Kalau Pak Pargono tetangga aja banyak yang tidak tahu mukanya," kata ibu tersebut.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang bisa diakses di KPK, tercatat kekayaan Pargono adalah Rp 869.519.531. Hartanya naik sekitar Rp 600 juta dari laporan terakhirnya pada tahun 2003.
Rincian harta Pargono terdiri dari tanah dan bangunan di kawasan Bogor, Jabar, senilai Rp 182 juta. Lalu, dia juga memiliki tanah dan bangunan di Jakarta Timur dengan nilai Rp 575 juta. Nah, diduga ini nilai rumah tersebut.
Pargono ditangkap KPK di Stasiun Gambir bersama pihak swasta. Dia diduga melakukan pemerasan terhadap pihak swasta. Pria 59 tahun itu kini ditahan di Rutan KPK.
Sumber : Detiknews
by : Unknown
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah mengumumkan tiga calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Terkait hal itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih angkat bicara.
Dalam catatannya yang dikirimkan kepada detikcom, Rustriningsih menegaskan jika catatan tersebut tidak terkait dengan gagalnya ia maju Pilgub 2013 yang digelar 26 Mei mendatang. Ia berharap kedepannya proses rekruitmen akan lebih transparan dan jujur.
"Pertama, saya menyayangkan bahwa tidak semua calon gubernur yang ditetapkan hari ini merupakan aspirasi murni dari para konstituen partai yang mengusungnya, bahkan dalam konteks yang lebih luas, dalam hal ini masyarakat Jawa Tengah. Proses rekruitmen sebagian calon gubernur lebih merupakan pilihan elit-elit politik yang bersifat pragmatis, berlandaskan sikap suka atau tidak suka serta mengesampingkan aspirasi konstituen, wong cilik dan masyarakat umum," kata Rustri dalam catatan yang diterima detikcom, Kamis (11/4/2013) malam.
Ia melanjutkan, proses rekruitmen calon gubernur kali ini masih diwarnai dengan politik transaksional sehingga tidak memberikan manfaat bagi konstituen atau masyarakat umum. Menurutnya tindakan seperti ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap filosofi dasar eksistensi partai sebagai pilar demokrasi.
"Serta nilai-nilai luhur perjuangan para pendiri partai yang memimpikan partai sebagai alat perjuangan untuk mengawal sistem demokrasi guna mewujudkan kesejahteraan rakyat," pungkas wanita yang masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah 2008-2013 ini.
"Jika hal ini kita biarkan dan berlangsung terus menerus, maka secara pasti akan mengakibatkan berpalingnya konstituen dari partai yang selama ini dipercayai dan dicintainya. Partai tidak akan lagi menjadi tumpuan harapan masyarakat sebagaimana mestinya. Pada akhirnya praktek politik seperti ini berpotensi menurunkan kualitas demokrasi yang tercermin pada semakin tingginya angka golput sehingga menurunkan legitimasi calon Gubernur terpilih di mata masyarakat," imbuhnya.
Selanjutnya Rustriningsih menyatakan dirinya sudah kenal baik siapa incumbent Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan incumbent Sekda Jateng Hadi Prabowo, namun ia mengaku belum terlalu mengenal calon Gubernur lainnya yaitu Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDIP.
"Saya berpendapat bahwa saya tidak ada pertimbangan yang dapat menunjukkan urgensi untuk memberi penilaian kepada calon gubernur dan calon wakil gubernur lainnya yang saya belum banyak mengetahui rekam jejaknya, kompetensinya, dan kepemimpinannya," papar wanita yang sudah 27 tahun mengabdi di PDIP itu.
"Pada prinsipnya saya ingin mengingatkan, bahwa menjadi pemimpin Jawa Tengah mestinya tidak ditempatkan sebagai ambisi pribadi, namun ditempatkan dalam kerangka amanah dan tanggung jawab. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, rekam jejak yang baik dan terukur, serta menunjukkan kepedulian kepada masyarakat umum, khususnya : wong cilik. Saya percaya hanya pemimpin dengan karakteristik seperti itu yang dapat meraih simpati masyarakat Jawa Tengah," lanjutnya.
Pada akhir catatanya, Rustriningsih berharap agar apa yang dikemukakan bisa menjadi pembelajaran dan mewujudkan demokrasi yang benar.
Untuk diketahui, Rustriningsih tidak memperoleh rekomendasi dari PDIP untuk maju ke Pilgub Jateng 2013. DPP PDIP memilih Ganjar Pranowo dan wakilnya Heru Sudjatmoko yang masih menjabat sebagai Bupati Purbalingga. Sementara itu calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang lolos verifikasi KPU lainnya adalah pasangan Bibit Waluyo - Rektor Unnes Sudijono Sastroatmodjo dan Hadi Prabowo - Bupati Sumedang Don Murdono.
Sumber : Detiknews
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah mengumumkan tiga calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Terkait hal itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih angkat bicara.
Dalam catatannya yang dikirimkan kepada detikcom, Rustriningsih menegaskan jika catatan tersebut tidak terkait dengan gagalnya ia maju Pilgub 2013 yang digelar 26 Mei mendatang. Ia berharap kedepannya proses rekruitmen akan lebih transparan dan jujur.
"Pertama, saya menyayangkan bahwa tidak semua calon gubernur yang ditetapkan hari ini merupakan aspirasi murni dari para konstituen partai yang mengusungnya, bahkan dalam konteks yang lebih luas, dalam hal ini masyarakat Jawa Tengah. Proses rekruitmen sebagian calon gubernur lebih merupakan pilihan elit-elit politik yang bersifat pragmatis, berlandaskan sikap suka atau tidak suka serta mengesampingkan aspirasi konstituen, wong cilik dan masyarakat umum," kata Rustri dalam catatan yang diterima detikcom, Kamis (11/4/2013) malam.
Ia melanjutkan, proses rekruitmen calon gubernur kali ini masih diwarnai dengan politik transaksional sehingga tidak memberikan manfaat bagi konstituen atau masyarakat umum. Menurutnya tindakan seperti ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap filosofi dasar eksistensi partai sebagai pilar demokrasi.
"Serta nilai-nilai luhur perjuangan para pendiri partai yang memimpikan partai sebagai alat perjuangan untuk mengawal sistem demokrasi guna mewujudkan kesejahteraan rakyat," pungkas wanita yang masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah 2008-2013 ini.
"Jika hal ini kita biarkan dan berlangsung terus menerus, maka secara pasti akan mengakibatkan berpalingnya konstituen dari partai yang selama ini dipercayai dan dicintainya. Partai tidak akan lagi menjadi tumpuan harapan masyarakat sebagaimana mestinya. Pada akhirnya praktek politik seperti ini berpotensi menurunkan kualitas demokrasi yang tercermin pada semakin tingginya angka golput sehingga menurunkan legitimasi calon Gubernur terpilih di mata masyarakat," imbuhnya.
Selanjutnya Rustriningsih menyatakan dirinya sudah kenal baik siapa incumbent Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan incumbent Sekda Jateng Hadi Prabowo, namun ia mengaku belum terlalu mengenal calon Gubernur lainnya yaitu Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDIP.
"Saya berpendapat bahwa saya tidak ada pertimbangan yang dapat menunjukkan urgensi untuk memberi penilaian kepada calon gubernur dan calon wakil gubernur lainnya yang saya belum banyak mengetahui rekam jejaknya, kompetensinya, dan kepemimpinannya," papar wanita yang sudah 27 tahun mengabdi di PDIP itu.
"Pada prinsipnya saya ingin mengingatkan, bahwa menjadi pemimpin Jawa Tengah mestinya tidak ditempatkan sebagai ambisi pribadi, namun ditempatkan dalam kerangka amanah dan tanggung jawab. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, rekam jejak yang baik dan terukur, serta menunjukkan kepedulian kepada masyarakat umum, khususnya : wong cilik. Saya percaya hanya pemimpin dengan karakteristik seperti itu yang dapat meraih simpati masyarakat Jawa Tengah," lanjutnya.
Pada akhir catatanya, Rustriningsih berharap agar apa yang dikemukakan bisa menjadi pembelajaran dan mewujudkan demokrasi yang benar.
Untuk diketahui, Rustriningsih tidak memperoleh rekomendasi dari PDIP untuk maju ke Pilgub Jateng 2013. DPP PDIP memilih Ganjar Pranowo dan wakilnya Heru Sudjatmoko yang masih menjabat sebagai Bupati Purbalingga. Sementara itu calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang lolos verifikasi KPU lainnya adalah pasangan Bibit Waluyo - Rektor Unnes Sudijono Sastroatmodjo dan Hadi Prabowo - Bupati Sumedang Don Murdono.
Sumber : Detiknews
by : Unknown
Tim Pengawas Skandal Bank Century menerima sebuah dokumen dari Bank Indonesia yang berisi surat kuasa Gubernur BI saat itu, Boediono kepada tiga pejabat BI lainnya pada November 2008. Dokumen dengan nomor surat Dewan Gubernur No.10/68/Sr.Ka/GBI itu berisi surat kuasa terkait Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century. Tiga orang yang diberi kuasa Boediono adalah Direktur Direktorat Pengelolaan Moneter Eddy Sulaeman Yusuf, Kepala Biro Pengembangan dan Pengaturan Pengelolaan Moneter Sugeng, dan Kepala Biro Operasi Moneter Dody Budi Waluyo.
Setelah
dilakukan perubahan itu, pada tanggal yang sama, Boediono mengeluarkan
surat kuasa. Surat kuasa ini kemudian yang diterima oleh Timwas
Century saat ini. Atas dasar kuasa itu, pihak BI dan Bank Century
menghadap notaris Buntario Tigris. Berdasarkan audit investigasi BPK,
proses ini diduga sarat rekayasa seolah-olah permohonan yang diajukan
Bank Century adalah FPJP. Pada malam harinya, dana FPJP untuk Bank
Century pun cair sebesar Rp 502,72 miliar untuk tahap pertama dan tahap
berikutnya Rp 689 miliar.
Sumber : Kompas
Tim Pengawas Skandal Bank Century menerima sebuah dokumen dari Bank Indonesia yang berisi surat kuasa Gubernur BI saat itu, Boediono kepada tiga pejabat BI lainnya pada November 2008. Dokumen dengan nomor surat Dewan Gubernur No.10/68/Sr.Ka/GBI itu berisi surat kuasa terkait Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century. Tiga orang yang diberi kuasa Boediono adalah Direktur Direktorat Pengelolaan Moneter Eddy Sulaeman Yusuf, Kepala Biro Pengembangan dan Pengaturan Pengelolaan Moneter Sugeng, dan Kepala Biro Operasi Moneter Dody Budi Waluyo.
Mereka diberi
kuasa untuk bertindak baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri untuk
dan atas nama Bank Indonesia menandatangani akta gadai dan FPJP PT Bank
Century. Surat itu tertulis tanggal 14 November 2008. Anggota Timwas
Century dari Fraksi PDI-P, Hendrawan Supratikno, membenarkan bahwa
dokumen itu diterima Timwas pada Rabu (10/4/2013) ini.
Timwas,
kata Hendrawan, sudah pernah meminta surat ini. Namun, surat tersebut
baru diberikan pada Rabu ini. Dari surat itu, Hendrawan menilai perlu
ada pendalaman terkait motif dari pemberian kuasa yang dilakukan
Boediono. "Di dalam UU Bank Indonesia itu, segala keputusan yang dibuat
harus bersifat collective collegial, bersama-sama. Nah, surat kuasa ini apakah berimplikasi hukum atau sebagai upaya bersih-bersih Boediono," ujar Hendrawan.
Hendrawan
menuturkan, Timwas seharusnya memanggil Boediono untuk mengklarifikasi
surat ini. Namun, momentum menjelang Pemilu, diakui Hendrawan akan
rentan menimbulkan kegaduhan. "Jadi, saya tidak tahu bagaimana nantinya.
Tapi, ini penting karena kami ingin memfasilitasi KPK agar tidak ragu
lagi memanggil pihak terkait," tuturnya.
Awal Mula FPJP Century
Kasus Bank Century bermula dari pengajuan permohonan fasilitas repo (repurchase agreement)
aset oleh Bank Century kepada BI sebesar Rp 1 triliun. Pengajuan repo
aset itu dilakukan untuk meningkatkan likuiditas Bank Century. Repo
adalah transaksi penjualan instrumen efek antara dua pihak yang diikuti
dengan perjanjian pembelian kembali di kemudian hari dengan harga yang
telah disepakati.
Surat permohonan repo aset itu
kemudian ditindaklanjuti BI untuk diproses lebih lanjut oleh Zainal
Abidin dari Direktorat Pengawasan Bank. Zainal lalu berkirim surat ke
Boediono pada 30 Oktober 2008. Surat itu berisi kesimpulan yang dibuat
Zainal atas permohonan Bank Century. Namun, BI merespons pemberian
fasilitas itu dengan menggulirkan wacana pemberian FPJP. Padahal,
Zainal mengatakan Bank Century tidak memenuhi syarat untuk memperoleh
fasilitas itu.
Ketidaklayakan Bank Century menerima
FPJP disebabkan capital adequacy ratio (CAR) bank tersebut di bawah 8
persen, batas minimun yang ditetapkan BI. Boediono diduga memberikan
arahan agar menggunakan berbagai cara supaya Bank Century mendapat
FPJP. Pada 14 November 2008, BI kemudian mengeluarkan aturan baru untuk
persyaratan FPJP dari CAR minimal 8 persen menjadi CAR positif. Aturan
ini ditenggarai untuk mengarah ke Bank Century.
Sumber : Kompas







