by : Unknown
Penyerang muda AC Milan, Stephan El Shaarawy, berharap pelatih Massimiliano Allegri tetap bertahan di San Siro pada musim depan.
Rumor yang berkembang di media-media Italia, Allegri terancam dipecat jika Milan gagal meraih tiket Liga Champions. Posisi Milan memang belum aman setelah klub berjuluk I Rossoneri tersebut hanya unggul dua angka dari Fiorentina di peringkat keempat.
Alhasil, Allegri dituntut memberi kemenangan pada laga terakhir di markas Siena, Minggu (19/5/2013), demi menyalamatkan kariernya di San Siro. Sementara La Viola akan berhadapan dengan Pescara.
"Kami memiliki banyak pemain muda di sini dan dipimpin oleh pelatih yang hebat. Aku berharap kami tetap bisa bersama pada musim depan," kata El Shaarwy.
"Kami memiliki kesempatan untuk memastikan tempat ketiga (saat melawan AS Roma), Minggu kemarin. Namun, kami gagal meraihnya. Roma adalah tim besar dan kami gagal mengalahkan mereka. Saat ini, kami harus berpikir soal Siena, sebuah pertandingan yang akan menentukan apa kami akan finish di peringkat ketiga," sambungnya.
Penyerang muda AC Milan, Stephan El Shaarawy, berharap pelatih Massimiliano Allegri tetap bertahan di San Siro pada musim depan.
Rumor yang berkembang di media-media Italia, Allegri terancam dipecat jika Milan gagal meraih tiket Liga Champions. Posisi Milan memang belum aman setelah klub berjuluk I Rossoneri tersebut hanya unggul dua angka dari Fiorentina di peringkat keempat.
Alhasil, Allegri dituntut memberi kemenangan pada laga terakhir di markas Siena, Minggu (19/5/2013), demi menyalamatkan kariernya di San Siro. Sementara La Viola akan berhadapan dengan Pescara.
"Kami memiliki banyak pemain muda di sini dan dipimpin oleh pelatih yang hebat. Aku berharap kami tetap bisa bersama pada musim depan," kata El Shaarwy.
"Kami memiliki kesempatan untuk memastikan tempat ketiga (saat melawan AS Roma), Minggu kemarin. Namun, kami gagal meraihnya. Roma adalah tim besar dan kami gagal mengalahkan mereka. Saat ini, kami harus berpikir soal Siena, sebuah pertandingan yang akan menentukan apa kami akan finish di peringkat ketiga," sambungnya.
by : Unknown
Presiden Palermo, Maurizio Zamparini, menyerang Presiden UEFA, Michel Platini, dan Presiden
FIFA, Joseph "Sepp" Blatter, terkait wacana UEFA melarang Napoli menggunakan Stadion San Paolo untuk menggelar partai kandang di ajang Liga Champions pada musim depan.
Partenopei memang diminta untuk memberi kepastian menyelesaikan renovasi stadion untuk mendapatkan lisensi UEFA bagi stadion mereka. Napoli memastikan diri lolos ke fase grup Liga Champions musim depan setelah finish di peringkat kedua klasemen Serie-A.
"Ini tidak masuk akal bahwa ada birokrat memutuskan (kelayakan stadion) bagi kami. Saya tidak mengerti mengapa San Paolo bisa digelar untuk (Serie-A) kompetisi dan tidak untuk Liga Champions," tegas Zamparini.
"Blatter dan Platini, seharusnya didepak. Blatter adalah seorang rasialis yang membenci orang Italia dan sepak bola Italia ...," sambungnya.
Presiden Palermo, Maurizio Zamparini, menyerang Presiden UEFA, Michel Platini, dan Presiden
FIFA, Joseph "Sepp" Blatter, terkait wacana UEFA melarang Napoli menggunakan Stadion San Paolo untuk menggelar partai kandang di ajang Liga Champions pada musim depan.
Partenopei memang diminta untuk memberi kepastian menyelesaikan renovasi stadion untuk mendapatkan lisensi UEFA bagi stadion mereka. Napoli memastikan diri lolos ke fase grup Liga Champions musim depan setelah finish di peringkat kedua klasemen Serie-A.
"Ini tidak masuk akal bahwa ada birokrat memutuskan (kelayakan stadion) bagi kami. Saya tidak mengerti mengapa San Paolo bisa digelar untuk (Serie-A) kompetisi dan tidak untuk Liga Champions," tegas Zamparini.
"Blatter dan Platini, seharusnya didepak. Blatter adalah seorang rasialis yang membenci orang Italia dan sepak bola Italia ...," sambungnya.

