Korea Utara telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu, yang mengancam serangan nuklir terhadap Korea Selatan dan AS. Sementara itu, Pentagon menyangkal laporan yang mengatakan bahwa Pyongyang dapat memasang kepala rudal nuklir di peluru kendalinya.
Sebelumnya, anggota Kongres AS membocorkan rincian studi Badan Intelijen Pertahanan yang, menurut dia, dianalisis dengan "keyakinan tinggi" bahwa Utara dapat menembakkan peluru nuklir meski "tidak bisa terlalu diandalkan".
Juru bicara Pentagon, George Little, mengatakan, "Akan tidak akurat untuk mengatakan bahwa rezim Korea Utara telah menguji, membuat, atau mendemonstrasikan kapabilitas nuklir yang dirujuk di bahasan tersebut."
Meski Utara telah melakukan beberapa kali uji coba nuklir, negara itu diduga tidak memiliki kemampuan untuk membuat senjata yang cukup kecil untuk ditempatkan di rudal balistik.
Korea Selatan berada dalam status waspada tinggi sejak ada indikasi bahwa Utara sedang bersiap melakukan uji coba nuklir. Pyongyang telah memindahkan dua misil balistik ke pantai timur. Perkiraan jarak tempuh mencapai 4.000 km.
Adapun Kerry bepergian ke Seoul untuk pertama kalinya sejak menjadi menteri luar negeri.
Sumber :
